Wednesday, October 10, 2018

Interaksi Sosial


 PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL
Menurut Walgito (2003), interaksi sosial adalah hubungan antara individu satu dengan individu lain, individu satu dapat mempengaruhi individu yang lain atau sebaliknya, jadi terdapat adanya hubungan yang saling timbal balik. Interaksi sosial merupakan salah satu cara individu untuk memelihara tingkah laku sosial individu tersebut sehingga individu tetap dapat bertingkah laku sosial dengan individu lain. Interaksi sosial dapat pula meningkatkan jumlah atau kuantitas dan mutu atau kualitas dari tingkah laku sosial individu sehingga individu makin matang di dalam bertingkah laku sosial dengan individu lain di dalam situasi sosial (Santoso, 2010).
Menurut Soekanto (2012), interaksi sosial merupakan kunci semua kehidupan sosial karena tanpa interaksi sosial, tak akan mungkin ada kehidupan bersama. Soekanto (2012), mengemukakan bahwa bentuk-bentuk interaksi sosial yaitu (1) kerja sama yang berarti suatu uasaha bersama antara perorangan ataukelompok untuk mencapai suatu tujuan, (2) akomodasi, sebagai suatu proses di mana orang perorangan saling bertentangan, kemudian saling mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan, (3) persaingan, diartikan sebagai suatu proses di mana individu atau kelompok bersaing mencari keuntungan melalui bidang kehidupan dengan cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka yang telah ada, tanpa mempergunakan kekerasan atau ancaman, dan (4) konflik/pertentangan, adalah suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha memenuhi tujuan dengan jalan menantang pihak lawan dengan ancaman atau kekerasan. (Virgia Ningrum Fatnar, 2014)[1]
Berdasarkan pemaparan para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial merupakan hubungan antara satu individu dengan individu lain maupun kelompok dengan individu yang dapat mempengaruhi, bekerja sama, merubah, ataupun memperbaiki sehingga tercipta suatu hubungan timbal balik


2.2  SYARAT INTERAKSI SOSIAL
Syarat terjadinya Interaksi Sosial adanya kontak sosial baik secara langsung dan tidak langsung, dan komunikasi.
2.3  BENTUK INTERAKSI SOSIAL
Menurut Gilin dan Gilin bentuk interaksi adalah:
1.      Proses yang Asosiatif
Interaksi sosial yang mengarah pada persatuan yang dapat meningkatkan rasa solidaritas antar perorangan atau kelompok. Proses Asosiatif meliputi:
a.       Kerja Sama
Usaha bersama antara perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Bentuk-bentuk kerja sama yaitu:
a.       Bargaining, yaitu perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua pihak atau lebih
b.      Kooptasi, Kerja sama dalam memilih pemimpin untuk memimpin suatu organisasi
c.       Koalisi, Kerja sama antara dua organisasi atau lebih yang memiliki tujuan sama
d.      Joint Venture, Kerja sama antara dua badan usaha atau lebih untuk mencapai keuntungan bersama dalam bidang ekonomi
b.      Akomodasi
Interaksi Sosial untuk menyelesaikan suatu masalah. Bentuk-bentuk Akomodasi:
a.       Koersi, bentuk akomodasi yang dilakukan dengan tekanan(pemaksaan)
b.      Kompromi, perundingan secara damai antara dua pihak
c.       Arbitrase, penyelesaian antara dua pihak yang diselesaikan pihak ke-3 yang pihak ke-3 dipilih oleh dua pihak yang berselisih
d.      Mediasi, Penyelesaian masalah dengan pihak ke-3 tetapi pihak ke-3 bersifat netral
e.       Konsilisasi, penyelesaian masalah dengan melalui lembaga sosial
f.       Toleransi, sikap yang menghargai perbedaan
g.      Stalemate, kedua pihak memiliki kekuatan yang seimbang sehingga masalah terhenti di satu titik
h.      Ajudikasi, penyelesaian konflik melalui pengadilan
4
c.       Akulturasi
Peleburan budaya asli dan budaya baru menjadi kebudayaan suatu kelompok tanpa menghilangkan ciri khas dari budaya asli
d.      Asimilasi
Peleburan dua kebudayaan yang menghasilkan kebudayaan yang baru
2.      Proses yang Disosiatif
Interaksi sosial yang dapat mengarah pada perpecahan. Proses Disosiatif meliputi:
a.       Persaingan
Proses sosial yang dilakukan individu atau kelompok yang bersaing untuk memperoleh atau mencari keuntungan tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan.
b.      Kontravensi
Suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. Atau salah satu usaha menghalangi dan menggagalkan tercapainya tujuan pihak lain
c.       Pertentangan
Proses sosial individu atau kelompok secara sadar maupun tidak sadar menentang pihak lain disertai ancaman.


3